Tradisi Pesta Kembang Api Ternyata Telah Dimulai pada Abad ke-7 Masehi di Tiongkok

- Minggu, 31 Desember 2023 | 16:30 WIB
Tradisi Pesta Kembang Api Ternyata Telah Dimulai pada Abad ke-7 Masehi di Tiongkok

murianetwork.com – Perayaan malam tahun baru tanpa festival atau pesta kembang api, apa kata dunia.

Salah satu bagian penting dari perayaan malam tahun baru adalah pesta kembang api. Dalam pertumbuhannya penggunaan kembang api dalam perayaan tahun baru berkembang di seluruh dunia.

Pesta kembang api di Sydney Harbour dan Opera House Sydney selalu ditungu-tunggu tiap malam tahun baru.

Baca Juga: Melangkah ke Tahun Baru 2024: Merenung, Mensyukuri, dan Menciptakan Perubahan Positif

Kembang api di Trafalgar Square di London pada malam tahun baru 2003, misalnya, menjadi salah satu perayaan paling terkenal di dunia.

Hari ini, kembang api digunakan dalam berbagai festival budaya, perayaan nasional, dan acara khusus di seluruh dunia.

Pesta kembang api mewakili kegembiraan, kekaguman, dan semangat perayaan. Meskipun awalnya dikaitkan dengan kepercayaan keagamaan dan spiritual.

Baca Juga: Malam Pergantian Tahun Baru di Jakarta Bakal Terjadi Hujan di Beberapa Wilayah, Peringatan BMKG !

Penggunaan kembang api telah berkembang menjadi tradisi sekuler yang merayakan kegembiraan dan kemakmuran.

Kembang api, atau juga dikenal sebagai bunga api atau petasan, telah menjadi bagian integral dari berbagai festival budaya dan perayaan tahun baru di seluruh dunia.

Sejarah penggunaan kembang api dapat ditelusuri kembali ribuan tahun, dan meskipun tidak mungkin menentukan titik awal pasti, beberapa fakta sejarah dapat diidentifikasi.

Baca Juga: Mau Menyambut Malam Tahun Baru di Surabaya Bersama Kelaurga dan Teman? 7 Lokasi Ini Bisa Jadi Pilihan yang Menyenangkan

Sejarah kembang api dimulai di Tiongkok pada abad ke-7 Masehi di mana pada awalnya dicoba menciptakan bubuk mesiu.

Proses ini kemudian membuka jalan untuk pengembangan petasan. Pada abad ke-9 Masehi, kembang api digunakan dalam upacara-upacara keagamaan untuk mengusir roh jahat.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: indotren.com

Komentar