BICARA BERITA - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) secara mendadak menyerang beberapa target yang berada di Erbil, Irak.
Serangan yang diluncurkan Iran ke Erbil berhasil menghancurkan pusat-pusat spionase dan kelompok-kelompok anti Iran.
“Rudal Balistik digunakan untuk menghancurkan pusat-pusat kegiatan spionase dan pertemuan-pertemuan kelompok-kelompok teroris anti Iran di wilayah tersebut pada malam hari,” menurut pernyataan IRGC.
Sedikitnya 8 ledakan terdengar di Erbil, ibukota semi otonom Kurdi Irak, Selasa dini hari waktu setempat.
Kantor Berita Reuter memberitakan bahwa lalu lintas di Bandara Erbil juga terhenti.
Pernyataan dari IRGC kemudian disebarkan oleh Kantor Berita Iran, IRNA, yang mengklaim bahwa Korps Garda Revolusi Iran menargetkan markas besar dinas intelijen Israel, Mossad, di Erbil.
“Ini adalah serangan teroris, sebuah tindakan yang tidak manusiawi yang telah dilakukan terhadap Erbil. Kami tidak akan takut atau terguncang,” kata Gubernur Erbil, Omed Khosnaw, sebagaimana dilansir Kantor Berita Irak, Rudaw.
Sementara itu, Hemn Hawrami, seorang politisi terkemuka di Partai Demokratik Kurdistan, mengatakan di platform media sosial X bahwa setidaknya 5 orang tewas dalam ledakan tersebut.
“Serangan yang tidak dapat dibenarkan malam ini di Erbil oleh IRGC menargetkan sebuah rumah warga sipil. Pemilik rumah, Peshraw Dzaiy dan 4 anggotanya keluarganya kehilangan nyawa,” kata Hawrami.
Namun, kematian-kematian tersebut masih belum bisa dikonfirmasi.
IRGC mengatakan bahwa mereka meluncurkan serangan rudal terhadap para pelaku operasi teroris di Republik Islam Iran, khususnya ISIS di Syria, demikian IRNA melaporkan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bicaraberita.com
Artikel Terkait
Pelapor PBB: Amerika Danai Genosida yang Dilakukan Israel di Jalur Gaza!
Pemimpin Barat Kelimpungan Cegah Iran Serang Israel
Iron Dome Israel Tak Mampu Tangkal Serangan Hizbullah pada Dini Hari Tadi, Utara Dihujani 30 Roket
Hizbullah Lancarkan Gelombang Serangan Roket Buatan Rusia, Iron Dome Israel tak Berfungsi