Pertemuan Haniyeh dan Anwar berlangsung pada Senin (14/5). Anwar menekankan dukungan terhadap perjuangan Hamas melawan agresi militer Israel.
Fahmi sudah mengirim surat resmi kepada Meta terkait tuntutan penjelasan resmi tersebut.
"Saya mengutuk aksi Meta yang menghapus unggahan khususnya terkait lawatan resmi Perdana Menteri ke Qatar," kata Fahmi yang juga menjabat sebagai juru bicara pemerintahan seperti dikutip dari Reuters.
"Yang saya sesalkan tindakan ini dilakukan organisasi bermarkas di AS dan jelas mereka tidak menghargai kebebasan media dalam platform ini," sambung dia.
Meta sampai sekarang belum merespons kemarahan dari Malaysia, pendukung vokal Palestina.
Pada Oktober 2023, Fahmi juga mengancam Meta dan sejumlah media sosial lainnya. Dia menegaskan siap mengambil tindakan tegas jika mereka menghapus konten pro-Palestina.
Artikel Terkait
Iran Tuntut Penarikan Pasukan AS dan Ganti Rugi sebagai Syarat Akhiri Perang
Menteri Iran Tuduh Israel Sensor Dampak Serangan Balasan
Iran Bantah Klaim Israel Soal Nasib Khamenei, Sebut Perang Mental
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran