Penobatan Jokowi oleh sebuah lembaga Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) sebagai salah satu tokoh terkorup di dunia, tentu saja bukan tanpa dasar. Walaupun, seperti kebiasaannya, berita itu pasti akan dibantah karena kejahatan sudah disusun secara rapih seolah-olah Jokowi adalah orang yang bersih tanpa dosa.
Seperti biasanya, Jokowi mencoba membela diri dan bahkan akan terus dibela oleh para cucunguk pemuja dan penjilatnya.
Hampir dalam setiap kejahatannya Jokowi selalu mencoba untuk menutupinya dan berlagak sok bersih, baik yang berkaitan dengan latar belakang keluarganya, latar belakang pendidikannya, ijazah palsunya, kebohongannya, kecurangannya, penipuannya, kedzalimannya, KKN-nya, termasuk juga dalam hal korupsi dirinya dan keluarganya.
Bukan itu saja, Jokowi yang ditopang para oligarki taipan terus berusaha memutarbalikkan fakta kebenaran, menghancurkan sendi-sendi hukum dan moral, serta membungkam dan membasmi para pengkritik dan penegak kebenaran
Jokowi selalu hidup dalam kepalsuan. Kepalsuan telah menjadi jalan hidupnya. Hidup yang tanpa kehormatan, harga diri, kemuliaan, nilai-nilai, apalagi nilai-nilai ukhrawi.
Jokowi telah kehilangan jati diri dan rasa malu. Hidup tanpa mengindahkan aturan, hukum, tertib hidup, apalagi akhlak, moral dan etika.
Jokowi adalah orang yang telah menjadikan Hawa nafsu sebagai panduan hidup, bahkan mungkin telah menjadikan Hawa nafsunya sebagai Tuhan, sehingga nilai-nilai keimanan telah hilang sama sekali.
Jokowi itu orang yang sangat rakus, menghalalkan segala cara, mengambil hak orang lain dianggap biasa, dan menghabisi orang yang menjadi lawan dan penghalang kemauannya menjadi senjata. Tapi semua kejahatan ya belum bisa diadili karena semua lembaga penegak hukum sudah rusak dan tercemar.
Jokowi adalah orang yang telah merusak tatanan dan sendi-sendi bernegara, merusak hukum dan konstitusi demi kepentingan ambisi pribadi dan oligarki.
Jokowi adalah orang yang telah menyesatkan banyak orang-orang baik dan berintegritas dengan menyandera berbagai kasus yang dijebaknya sendiri, semata-mata hanya tidak mau ada orang yang mengganggu niat busuk kebejatannya.
Negeri yang telah merdeka dijadikan negeri terjajah. Hukum yang telah berjalan baik dijadikan sebagai alat kekuasaan. Nilai-nilai moral, etika dan budaya yang selama ini telah menjadi karakter bangsa diacak-acak dan diganti dengan budaya menjilat, menyuap, dan main belakang (ordal).
Dalam kurun waktu 10 tahun semuanya telah dihancurkan. Bahkan para penerusnya yang memegang jabatan di Pemerintahan baik yang berada di eksekutif, legislatif, maupun yudikatif telah terkontaminasi menjadi bajingan-bajingan berdasi yang kerjanya hanya mementingkan diri sendiri dan beramai-ramai mencuri uang negara dan menjadi pengkhianat negara.
Paling tidak ada 10 kejahatan Jokowi yang telah merusak negara dan menyengsarakan rakyat dan harus segera diadili dan dijebloskan ke penjara :
Pertama, Membiarkan China menjajah Indonesia
Kedua, Membiarkan Warga China menggusur kamu pribumi
Ketiga, Membiarkan Dumber Daya Alam dikeruk hampir habis dan diangkut ke luar negeri tanpa kompensasi yang memadai
Keempat, Menjadi otak segala kejahatan besar di Indonesia
Kelima, Menjadi otak pembununuhan 6 laskar FPI di KM50
Keenam, Melumpuhkan semua lembaga Negara demi kepentingan pribadi, keluarga, dan oligarki taipan
Ketujuh, Merampas tanah-tanah rakyat dengan paksa demi kepentingan China
Kedelapan, Menjadikan Instirusi TNI dan Kepolisian sebagai jongos-jongos China
Kesembilan, Mengacak semua aturan hukum baik konstitusi, UUD 45, Undang-undang, peraturan Pemerintah, dan aturan hukum yang lain
Kesepuluh, Menjadikan rakyat sebagai obyek berbagai kedzaliman demi nemuaskan kepentingan para taipan
Masih layakkah seorang Jokowi diberi tempat di negeri ini, apalagi diberi kemuliaan dan penghormatan ? Sama sekali tidak. Jokowi adalah mantan Presiden tanpa Kemuliaan, Kehormatan, dan Penghormatan. Tempat yang layak bagi Jokowi adalah penjara bahkan sudah sangat layak dihukum mati
Bandung, 27 Sya’ban 1446
Oleh: Sholihin MS
Pemerhati Sosial dan Politik
______________________________________
Disclaimer: Rubrik Kolom adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan MURIANETWORK.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi MURIANETWORK.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.
Artikel Terkait
Hotman Paris Pamer Fasilitas Mewah RS Singapura, Sindir Kemenkes RI?
Fenomena Jalan Kaki ke Makkah, Niat Ibadah atau Cari Sensasi?
Prabowo Beri AHY Tugas Berat yang Konon Bisa Selamatkan Pantai Utara Jawa
JOKOWI: Mantan Presiden Tanpa Kemuliaan, Kehormatan dan Penghormatan