Berbagai cara unik dan ekstrem belakangan ini dilakukan warga untuk menunaikan rukun Islam kelima yaitu ibadah haji. Mulai dari berjalan kaki hingga menaiki perahu galon menuju Makkah.
Fenomena ini pun mendapat sorotan dari Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad. Menurutnya, kehidupan yang semakin materialistis turut mempengaruhi pola pikir masyarakat, termasuk dalam urusan ibadah.
“Segala bisa dijadikan ladang uang, termasuk haji, umrah, dan makam mewah,” ujar Dadang lewat keterangan resminya, Rabu 26 Februari 2025.
Dadang menilai bahwa perjalanan haji dengan berjalan kaki atau menaiki perahu galon bukanlah pilihan murah, kalau dihitung dari segi transportasi, akomodasi, dan konsumsi. Ia pun mempertanyakan apakah aksi tersebut murni didorong oleh niat ibadah atau sekadar mencari sensasi.
"Memang bisa dipahami kenapa mereka bertindak begitu. Bisa saja mereka kehilangan harapan karena harus menunggu antrean hingga 20 tahun untuk haji reguler atau lima tahun untuk haji plus,” tambahnya.
Dalam konteks dakwah, Dadang menekankan pentingnya memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang ibadah haji dan cara mencapainya dengan bijak.
“Mereka harus disadarkan bahwa mengandalkan popularitas tidaklah abadi. Yang abadi adalah etos kerja dan ketakwaan kepada Allah SWT,” tutup Dadang.
Sumber: rmol
Foto: Fenomena warga berjalan kaki menuju Makkah/Net
Artikel Terkait
Kata Pertamina: Tak Ada Oplosan Pertamax, hanya Penambahan Warna
Prabowo Bicara Dugaan Korupsi Pertamina: Lagi Diurus, Kami akan Bersihkan
Main Tangan ke Pelatih Lawan, Lionel Messi Didenda MLS
Link Video Syur Guru Cantik Asal Jember, Hebohkan Netizen di Media Sosial