Rumah Kerry Adrianto Tersangka Korupsi Pertamina Dijaga TNI, Berdampingan dengan Rumah Riza Chalid

- Jumat, 28 Februari 2025 | 17:25 WIB
Rumah Kerry Adrianto Tersangka Korupsi Pertamina Dijaga TNI, Berdampingan dengan Rumah Riza Chalid



MURIANETWORK.COM  – Muhammad Kerry Adrianto Riza, atau Kerry, anak dari pengusaha besar minyak Mohammad Riza Chalid, menjadi sosok paling disorot publik usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) atas kasus mega korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023, dengan kerugian negara hingga Rp193,7 triliun. 

Kerry Adrianto selaku pemilik manfaat atau benefit owner PT Navigator Khatulistiwa disebut Kejagung memiliki peran vital dan paling diuntungkan dalam kasus korupsi pengiriman minyak mentah dan produk kilang dengan kapal dari mancanegara oleh Pertamina.

Kejaksaan Agung mengungkap, salah satu modus operandi kejahatan dalam kasus korupsi ini yakni pengoplosan Pertalite (RON 90) menjadi Pertamax (RON 92) dan menjualnya dengan harga lebih tinggi. Kejaksaan juga mengungkapkan bahwa pengoplosan tersebut terjadi di depo-depo, yang jelas bertentangan dengan regulasi yang ada.


Tribunnews coba mendalami sosok Kerry Adrianto selaku penerus Riza Chalid itu ke rumah pribadinya yang berada di Jalan Bango Raya nomor 17, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2025).

Rumah Kerry Adrianto itu berada tepat di samping Tol Antasari-Depok atau Desari alias Andara. 

Kesan luas terasa begitu Tribunnews melihat dari dekat halaman rumah milik Kerry Adrianto yang berdiri di atas lahan sekitar 500 meter persegi.

Rumah anak saudagar minyak tersebut tampak dikelilingi tembok tinggi serta rimbunnya sejumlah pohon besar.

Selain itu, rumah milik Kerry Adrianto pun tampak dijaga ketat oleh beberapa anggota TNI mengenakan seragam loreng dan bersafari hitam. 


Langkah awak Tribunnews terhenti begitu coba memasuki pintu gerbang utama menuju rumah Kerry Adrianto karena dua petugas keamanan yang berjaga tidak berkenan. 


Saat dikonfirmasi, kedua petugas keamanan tersebut membenarkan ada lebih dua rumah kawasan yang dijaganya. Di antaranya rumah milik Kerry Adrianto.

Namun, keduanya enggan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai siapa saja yang tinggal di rumah tersebut. 


Mereka hanya menjelaskan, rumah Kerry dilengkapi dengan fasilitas olahraga, termasuk lapangan basket pribadi khusus anggota keluarga.

"Ini lapangan basket, tapi bukan untuk umum," ujar seorang petugas keamanan.


Hal yang mengejutkan bagi awak Tribunnews, karena ternyata rumah Kerry Adrianto berdampingan dengan kediaman orang tuanya, Riza Chalid, di balik tembok tinggi itu.

Meskipun begitu, Riza Chalid jarang mengunjungi rumahnya itu.


"Ini rumah orang tuanya (Kerry). Kosong rumah ini. Kalau Bapaknya (Riza Chalid) jarang ke sini," ungkapnya.

Dari sela-sela gerbang, tampak rumah besar Riza Chalid bercat warna krem dan memiliki perpaduan batu alam di beberapa bagiannya.

Seorang tetangga mengungkapkan, keluarga Riza Chalid sudah sejak lama tinggal di rumah nomor 14 tersebut.

Namun, setelah Kerry menikah, dia tinggal di rumah nomor 17.

"Dari dulu sih (keluarga Riza Chalid) tinggal di sini. Orang tua saya yang kenal sama bapaknya Kerry," kata wanita yang enggan disebutkan namanya itu, saat ditemui.

Di sekitar kediaman mereka juga terdapat papan peringatan lalu lintas yang mengingatkan pengendara untuk berhati-hati, lantaran keberadaan Al-Jabr Islamic School, yang didirikan oleh Riza Chalid, di area tersebut.

Ia menambahkan, keluarga tersebut hampir tidak pernah bersosialisasi dengan warga di sekitar.

Kisah rumah mewah dan ketatnya penjagaan ini tentu semakin memperjelas peran keluarga Riza Chalid yang tak hanya memiliki pengaruh besar di dunia bisnis, namun juga di tengah sorotan hukum atas dugaan korupsi yang melibatkan salah satu perusahaan negara terbesar.

Rumah Riza Chalid Jadi Kantor Tersangka Kerry Cs


Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Abdul Qohar mengungkap alasan Kejagung melakukan penggeledahan di rumah 'Raja Minyak' Riza Chalid, di Jalan Jenggala 2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan digeledah oleh Kejagung sejak Selasa (25/2/2025) hingga Rabu (26/2/2025).

Penggeledahan juga dilakukan di dua kediaman Riza Chalid, yakni di Jalan Panglima Polim, Melawai, Jakarta Selatan.

Penggeledahan ini terkait kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023.


Menurut Abdul Qohar, rumah Riza Chalid digeledah Kejagung karena rumahnya menjadi kantor dari tiga orang tersangka kasus korupsi di Pertamina ini.

“Jadi, rumah Pak Riza Chalid kan sekarang jadi kantor, di mana para tersangka dari tiga orang kemarin dari pengusaha itu berkantornya di sana, sehingga kita geledah,” kata Abdul Qohar, dilansir Kompas.com, Kamis (27/2/2025).

Anak Riza Chalid, Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR) juga turut menjadi tersangka dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah ini.

MKAR ini merupakan Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar mengungkapkan hasil penggeledahan dari rumah Riza Chalid.


 Di antaranya ada 34 ordner  yang berisikan dokumen-dokumen, 84 bundel dokumen hingga sejumlah uang tunai dalam mata uang rupiah dan dollar Amerika.

Jumlahnya sebanyak Rp 833 juta dan 1.500 dollar Amerika.

“Untuk hasil penggeledahan yang di Jalan Jenggala penyidik itu menyita, Ada 34 ordner yang berisi dokumen-dokumen dan itu sekarang sedang diteliti karena di dalam ordner. Kemudian, ada 89 bundel dokumen."

“Kemudian ada uang tunai sebanyak Rp 833 juta dan 1.500 dollar Amerika,” terang Harli.


Tak hanya itu, penyidik juga menyita dua buah mesin CPU dari rumah Riza Chalid di Jalan Jenggala.

Kejagung bakal mendalami keterkaitan dari pengusaha Mohammad Riza Chalid dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produksi kilang di PT Pertamina periode 2018-2023 yang diduga merugikan negara Rp 193,7 triliun.

Harli mengatakan pendalaman itu akan dilakukan usai pihaknya menggeledah kediaman Riza terkait kasus korupsi tersebut.

"Itu yang akan didalami oleh penyidik keterkaitan Riza di kasus korupsi minyak mentah," kata Harli. 

Sumber: Tribunnews 

Komentar