Pasuruan - Pemilihan umum (Pemilu) merupakan momen krusial dalam kehidupan suatu negara.
Ini adalah saat di mana rakyat memiliki kesempatan untuk menentukan pemimpin dan wakilnya dalam pemerintahan.
Oleh karena itu, menjaga persatuan selama Pemilu adalah suatu tugas yang sangat penting.
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk membangun masyarakat yang harmonis dan toleran selama proses Pemilu.
Baca Juga: Peningkatan Kualitas SDM Wujud Perhatian Pemerintah Terhadap Kemajuan Papua
Pentingnya persatuan selama pemilu tidak dapat diabaikan yang bersatu memiliki potensi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi proses demokrasi.
Pertama-tama, partisipasi yang beragam dari berbagai lapisan masyarakat mencerminkan keberagaman pandangan dan kepentingan.
Ini adalah aspek vital untuk mencapai keputusan yang mewakili seluruh spektrum masyarakat.
Baca Juga: Hindari Politik Uang Demi Pemilu Damai dan Berintegritas
Seluruh elemen Masyarakat berkomitmen dalam menjaga persatuan dan kesatuan dalam Pemilu 2024,
Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar bersama dengan Kepolisian Resor Blitar Kota, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Blitar,
serta elemen mahasiswa Blitar Raya, menandatangani komitmen bersama dalam menjaga, merawat, dan menyukseskan Pemilu Tahun 2024.
Baca Juga: Hard Approach Langkah Terakhir Memberantas KST Papua
Direktur Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar, Halid Hasan mengatakan seluruh elemen Masyarakat untuk Menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah persaudaraan dan menghambat pesta demokrasi.
Komitmen ini merupakan wujud nyata dari komitmen seluruh komponen masyarakat Kota Blitar untuk menyukseskan Pemilu Tahun 2024.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: manggarainews.com
Artikel Terkait
Bareskrim Polri Tetapkan Eks Pegawai BPOM sebagai Tersangka Kasus Pemerasan dan Gratifikasi
Dewan Pakar Tak Kaget Airlangga Mundur dari Ketum Golkar: Harusnya dari Dulu!
Kader Golkar Masih Terkejut Airlangga Mundur, Meutya Hafid: Tak Ada Voting dalam Penentuan Plt Ketum
Ridwan Hisjam: Kalau Takut Dipenjara Jangan Jadi Ketua Umum Golkar