Luhut Singgung Toxic, Rocky Gerung: Pasti Bukan untuk PAN, PKB, PDIP, atau Demokrat

Wednesday, 15 May 2024
Luhut Singgung Toxic, Rocky Gerung: Pasti Bukan untuk PAN, PKB, PDIP, atau Demokrat
Luhut Singgung Toxic, Rocky Gerung: Pasti Bukan untuk PAN, PKB, PDIP, atau Demokrat

MURIANETWORK.COM - Pengamat politik Rocky Gerung menilai orang toxic yang disinggung Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pasti bukan PAN, PKB, PDIP atau Partai Demokrat.


Karena menurut Rocky Gerung, Luhut pasti membicarakan orang-orang yang dikenalnya, yaitu orang yang berada di Partai Golkar yang berpotensi toxic jika dibawa masuk ke dalam pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto.


"Luhut bicara pasti bukan untuk PAN, bukan untuk PKB atau PDIP, kan Luhut pasti bicara tentang orang-orang yang dia kenal di dalam partainya tuh, apa hak Luhut untuk bicara tentang PAN, gak ada atau bicara tentang Demokrat," ucapnya. 


"Pasti sinyal itu Pak Luhut ucapkan untuk mereka di Golkar yang ingin merambah ke dalam kabinet tetapi membawa racun, kan itu dasarnya kan," imbuhnya, dikutip populis.id dari YouTube SINDOnews, Rabu (15/5).


Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberi pesan kepada Prabowo Subianto untuk tidak membawa orang toxic atau beracun masuk ke dalam pemerintahan.


"Untuk presiden terpilih, saya bilang jangan bawa orang toxic ke pemerintahanmu, itu akan sangat merugikan kita," ucapnya dalam acara Jakarta Future Forum: Blue Horizons, Green Growth" di  Jakarta, Jumat (3/5), dikutip dari CNN Indonesia.


Ia mengaku sudah mendapat pelajaran selama menjadi bagian dari kabinet pemerintahan Presiden Jokowi, dirinya menjelaskan masalah pemerintah adalah regulasi yang betentangan dengan kepentingan nasional, dan sekarang banyak yang harus dibenahi.


Luhut mengatakan solusi untuk permasalahan tersebut adalah digitalisasi, karena akan meningkatkan efisiensi dan transparansi aturan, sehingga dirinya mendorong digitalisasi sistem pemerintahan Indonesia yang terintegrasi.


"Saya bilang ke Presiden, 'Pak, kalau Bapak tidak berani mengganti orang-orang yang tidak setuju dengan ini (digitalisasi sistem pemerintah yang terintegrasi), kita tidak akan maju. Jadi, kita harus mengganti orang-orang yang tidak setuju dengan ide ini," katanya.


Sumber: populis.

SEBELUMNYA

Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini