Iran sendiri merasa serangan ini merupakan tindakan yang mencoreng mukanya, pasalnya penyerangan terhadap Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Palestina ini tewas di Taheran.
Menurut Iran penyerangan yang dilakukan terhadap Ismail Haniyeh sama saja menyerang negaranya dan ini tidak bisa diterima.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei telah memerintahkan pasukan IRGC untuk bersiap melakukan penyerangan langsung dan pertahanan serta kemungkinan perluasan perang.
Dengan demikian Iran siapkan pasukan serbu Israel, di mana Yaman dan Hizbullah ikut ambil bagian.
Bahkan Masoud Pezeshkian yang merupakan presiden baru Iran mengatakan bahwa tewasnya Ismail Haniyeh maka Israel akan segera melihat hasil dari pembunuhan pengecutnya.
“Republik Islam Iran tidak akan menyerah untuk melindungi integritas teritorial, kedaulatan, martabat, dan reputasinya dan rezim Zionis akan segera melihat hasil dari tindakan teroris pengecutnya,” kata Pezeshkian.
Presiden Iran menegaskan bahwa keberadaan Haniyeh di Iran karena menjadi tamu resmi presiden Iran dan pemerintah Republik Islam Iran dan berada di Teheran untuk menghadiri upacara pelantikan presiden.
Sedangkan pihak Yaman, melalui Abdul-Malik Badr al-Din al-Houthi yang merupakan pimpinan Houthi mengatkan bahwa pihaknya akan ikut ambil,bagian dengan Iran dalam penyeranga ke Israel.
“Kami akan melakukan penyerangan penuh dengan bekerja sama dengan saudara-saudara kami di poros jihad serta perlawanan, untuk membalas dendam atas syahid serta semua syahid lainnya serta atas ketidakadilan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina,” paparnya.
Artikel Terkait
Prancis Siap Cabut Akses Medsos untuk Remaja di Bawah 15 Tahun pada 2026
Nyaris Tertinggal Kereta, Sebuah Drama Pagi di Solo yang Berakhir Damai di Bandung
Lebih dari 311 Ribu Kendaraan Serbu Tol Jabotabek Menyambut Libur Tahun Baru
China Pasang Tarif 55% untuk Impor Daging Sapi, Lindungi Peternak Lokal